• Kontak Kami
  • Hotline : 082133666560
  • SMS : 081353535661
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Pembayaran

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Paket » Paket Budidaya Mangga Organik NASA

Paket Budidaya Mangga Organik NASA

Ditambahkan pada: 6 July 2016 / Kategori: , ,
Kode : P-MANGGA
Berat : 3200 gram
Stok : Ready Stock
Dilihat : 154 kali
Review : Belum ada review
Rp 326.000
Tentukan Pilihan!

# Paket Budidaya Mangga Organik NASA

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lihat keranjang Anda
Lanjut Belanja
Pembayaran
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang Paket Budidaya Mangga Organik NASA kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Paket Budidaya Mangga Organik NASA

PAKET PUPUK BUDIDAYA MANGGA ORGANIK NASA LENGKAP

ISI PAKET

  1. 1 botol POWER NUTRITION 250 gram
  2. 1 botol SUPERNASA 250 gram
  3. 1 botol POC NASA 500 cc
  4. 1 botol HORMONIK 100 cc
  5. 1 botol GLIO 100 gram
  6. 1 botol BVR 100 gram
  7. 1 botol PESTONA 500 cc

 

TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN MANGGA

 

PENDAHULUAN

Produksi mangga pada saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar, khususnya pasar luar negeri. Ketidakmampuan ini bukan hanya disebabkan produktivitas rendah tetapi juga kualitasnya masih kurang. Kondisi ini disebabkan oleh penerapan teknologi budidaya yang belum optimal. Memperhatikan hal tersebut PT. NATURAL NUSANTARA membantu peningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian (Aspek K-3). sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas.

 

AGROEKOLOGI

Tanaman mangga tumbuh baik pada ketinggian 50-300 m dpi pada lapisan tanah tebal dan struktur tanah remah dan berbutir-butir.

 

VARIETAS

Varietas yang bernilai jual tinggi antara lain Gadung 21 atau Arumanis 143. Varietas lainnya adalah Manalagi 69, Lalijiwo, Chokanan dan Golek 31. pupuk kandang sulit dapat digunakan SUPER NASA dengan dosis:

  • Alternatif 1 : 0,5 sendok makan/ 5 It air per tanaman.
  • Alternatif 2 : 1 botol SUPER NASA encerkan dalam 2 It (2000 ml) air jadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 It air diberi 20 ml larutan induk tadi untuk menyiram per pohon.

Pemberian SUPER NASA selanjutnya dapat diberikan setiap3-4 bulan sekali.

Penyemprotan POC NASA (4-5 ttp/tangki) atau > lebih optimal POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 ttp) per tangki setiap 1-3 bulan sekali. Pupuk NPK 2 kali setahun di awal (Nopember – >. Desember), akhir musim hujan (April – Mei) dosis sbb:

Umur (th)

PK (kg)

Dosis Pupuk Makro (kg/pohon)

ZA

TSP

KCI

1 – 3

20 – 30

0,5 – 1

0,25 – 0,5

0,25 – 0,5

4 – 6

30 – 40

1 – 2

0,5 – 1

0,5 – 1

7 – 10

50 – 60

2 – 3

1 – 1,5

1 – 1,5

> 10

50 – 60

3 – 4

1,5 – 2

1,5 – 2

 

Pangkas Bentuk (3 tahap):

  1. Tahap I : umur 1 tahun setelah tanam pada musim
    hujan dengan memotong batang setinggi 50 – 60 cm dari permukaan tanah dan pemotongan di atas bidang sambungan. Dari cabang yang tumbuh dipelihara 3 cabang yang arahnya menyebar.
  2. Tahap II: pemangkasan dilakukan pada ketiga cabang
    yang tumbuh tersebut setelah berumur 2 tahun, caranya menyisakan 1-2 ruas/pupus. Tunas yang tumbuh pada masing-masing cabang dipelihara 3 tunas. Jika lebih dibuang. Tahapan pemangkasan tersebut akan diperoleh pohon dengan rumus cabang 1-3-9.
  3. Tahap III : umur 3 tahun, cara sama seperti tahap II,
    tetapi tunas yang tumbuh dipelihara semua untuk produksi.

Pangkas Produksi

Pemangkasan ini untuk memelihara tanaman dengan memotong cabang mati / kering, cabang yang tumbuh ke dalam dan ke bawah serta cabang air yaitu cabang muda yang tidak akan menghasilkan buah. Pemangkasan produksi dilaksanakan segera setelah panen.

 

PENDANGIRAN

Dilakukan 2 kali dalam setahun pada awal dan akhir musim hujan, dengan membalik tanah (pembumbunan) di sekitar kaca tanaman agar patogen yang ada dalam tanah mati.

 

MULCHING (MULSA)

Pemberian mulsa di akhir musim hujan, menggunakan jerami /sisa-sisa bekas pangkasan / tanaman sela.

 

PENGENDALIAN GULMA

Pengendalian gulma dilakukan minimal 3 kali setahun.

 

INDUKSI BUNGA

Untuk merangsang pembungaan digunakan Pupuk Organik Padat SUPER NASA dengan dosis 1-2 sendok/pohon dicampur 10 liter air disiramkan secara merata di bawah kanopi pohon setelah pupus kedua ( Februari-Maret) dan disemprot POC NASA (3-4 ttp/tangki) + HORMONIK (1 ttp) per tangki.

 

PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH

Pengelolaan bunga dan buah dilakukan 4 kali, pada saat bud break, bud elongation, mango size (kacang hijau) dan marble size (jagung). Pupuk yang digunakan:

  1. Monokalsium Phospat (MKP) diberikan sebelum muncul tunas baru atau bud break dan pada saat bud break atau bud elongation (dosis 2,5 gr/liter).
  2. POC NASA diberikan saat bud break, bud elongation, (dosis 4-5 tutup/tangki).
  3. POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 ttp) per tangki diberikan pada saat mango size dan marble size.

 

HAMA DAN PENYAKIT

  • Tip Borer, Clumetia transversa
    Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati. Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan PESTONA.
  • Thrips (Scirtothrips dorsalis)
    Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh. Pengendalian: tunas muda terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVRatau PESTONA
  • Ulat Phylotroctis sp.
    Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Phyloctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda {pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari. Pengendalian dengan PESTONA.
  • Seed Borer, Noorda albizonalis
    Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar, semprot dengan PESTONA.
  • Wereng mangga (Idiocerus sp.)
    Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty motd) dengan dikeluarkan embun madu dari wereng yang dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendalian : pengasapan, penyemprotan BVR/PESTONA sebelum bunga mekar/pada sore hari.
  • Lalat Buah (Bractocera dorsalis)
    Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri. Pengendalian : pembungkusan buah , pemasangan perangkap lalat buah.
  • Penyakit Antraknose (Colletotrichumsp.)
    Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendalian : pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.
  • Penyakit Recife, Diplodia recifensis
    Penyakit ini disebut juga Blendok, vektor penyakit ini adalah kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini membuat terowongan di batang/cabang kemudian dan cendawan Diplodia masuk ke dalam terowongan. Di luar tempat kumbang menggerek akan keluar blendok (getah). Penyakit mangga lainnya seperti embun jelaga (jamur Meliola mangiferae), kudis/scab (Elsinoe mangiferae), bercak karat merah (ganggang Cephaleurossp.)

 

Catatan : Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (0,5 tutup)per tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5ml(1/2tutup)/tangki.

 

PANEN DAN PASCA PANEN

Panen dilakukan pada umur + 97 hari setelah bunga mekar, buah berbedak, dan pada jam 09.00 – 16.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 – 1 cm. Kemudian dilakukan seleksi dan grading.

 

Belum ada review untuk Paket Budidaya Mangga Organik NASA

Silahkan tulis review Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*







Produk Terkait Paket Budidaya Mangga Organik NASA

OFF 31%
Rp 436.000 Rp 636.000
Ready Stock / PK-BATUEMPEDU
OFF 18%
Rp 288.000 Rp 350.000
Ready Stock / P-DURIAN
OFF 13%
Rp 370.000 Rp 425.000
Ready Stock / P-VANILI

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

OFF 17%
Rp 100.000 Rp 120.000
Ready Stock / COBL
Best Seller
OFF 52%
Rp 100.000 Rp 210.000
Ready Stock / COFC
SIDEBAR